Apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang?
Tanpa pembaca sadari, sebenarnya lokasi tidur Jacob menentukan
karakter Jacob dan ciri-ciri fisik Gio. Soalnya, ciri fisik Gio akan
menyesuaikan dengan storyline Jacob. Untuk part ini, aku enggak
akan menceritakan plot Part 2-nya pilihan voting yang kalah, tetapi
menunjukkan apa yang terjadi ketika pilihan tersebut menang (termasuk pilihan
yang akhirnya menang).
Silakan resapi apa yang sudah kamu lewatkan!
(1) Kamar Julian
Jacob akan menjadi seseorang yang binal dan orientasinya ngewe
mulu.
Mengapa? Karena Jacob satu kasur dengan Julian, mereka akan
banyak bertukar cerita soal Sela. Obrolan tentang seks akan muncul terus di
antara mereka, termasuk tentang hasrat seksual Julian yang sudah lama tidak
terbendung. Akan muncul sebuah plot di mana Jacob membantu Julian untuk
menyalurkan hasrat seksualnya. Mulai dari dikocokin, di-sepong,
lama-lama mereka berdua ngewe.
Storyline ini akan berfokus pada Jacob dan Julian
yang harus menyembunyikan hubungan seksual mereka dari Gio. Konflik muncul
ketika Gio tak sengaja melihat Jacob nge-fuck Julian atau Julian nge-fuck
Jacob (tergantung hasil voting-nya apa). Lalu, penyelesaian konflik akan
ada di pembaca, apakah Gio akan mengikhlaskan bapaknya bersetubuh dengan anak
yang “mungkin” adalah anak kandungnya, di mana di titik itu Gio sudah jatuh
cinta berat kepada Jacob. Soalnya, sepanjang cerita, Jacob akan banyak menggoda
Gio secara sensual. (Kan karakter Jacob mesum.)
Sayang sekali, storyline ini harus kita LUPAKAN mulai
detik ini. Wkwkwk. (Siapa yang menyesal tidak memilih ini?)
Sementara itu, ciri fisik Gio di sini: tinggi badannya enggak
beda jauh dari Jacob. Kurus.
(2) Kamar Gio, sekasur
Jacob akan menjadi seorang kakak dan orientasinya menjadi big
brother bagi Gio.
Mengapa? Sepanjang hidupnya, Jacob merasa tak diterima di
mana-mana karena dia adalah anak di luar kawin. Ketika Jacob dipersilakan tidur
di kamar Gio, Jacob merasa “diterima”. Bahkan, Jacob dipersilakan tidur satu
kasur, seakan-akan Jacob yang seharusnya orang asing ini dianggap keluarga oleh
Julian dan Gio. Maka dari itu, karakternya akan berkembang jadi lancang,
misalnya pegang-pegang gacha, atau menjaili Gio, dan lain-lain.
Konfliknya apa? Rahasia. Aku sudah menuliskannya, tetapi semua
akan tergantung voting pembaca. Dalam artian, arahnya ke mana, itu semua
ada di tangan siapa pun yang melakukan voting. Jadi, aku belum bisa
bicara di sini soal konflik dan storyline-nya, takutnya pembaca jadi
baca “spoiler” atau pilihan voting kalian terpengaruh oleh jalan
cerita yang sudah kurancang di sini.
Sementara itu, ciri fisik Gio di sini: agak pendek, agak
berisi, seperti yang sudah dijelaskan di Part 2. Mengapa? Supaya mereka berdua berasa
adik-kakak.
(3) Kamar Gio, di kasur lipat
Jacob akan menjadi orang yang romantis dan orientasinya
menjadi lelaki yang sangat respectful dan sayang sama Gio.
Mengapa? Memisahkan Jacob di kasur berbeda tetapi di dalam
kamar Gio membuat Jacob berpikir dirinya “diterima” sebagai keluarga, tetapi
diberikan ruang pribadi khusus, tidak harus berdesakan dengan Gio. Relationship
antara keduanya dibangun dengan mutual respect dan kesopanan. Di storyline
ini akan banyak traveling antara Gio dan Jacob keliling Bali, ke
tempat-tempat indah, menciptakan momen-momen manis bersama. Ceritanya mengajak
Jacob “jalan-jalan di Bali”, tetapi tanpa sadar Gio menumbuhkan rasa suka kepada
Jacob. Yang sayangnya, bertepuk sebelah tangan karena Jacob seorang lelaki straight.
Konflik yang akan muncul adalah Rama ketahuan gay,
ketahuan sekosan dengan cowok ganteng bernama Saga, dan ada momen di mana Gio
terpaksa menginap di kosan Rama (karena kan rumah Gio jauh banget), yang
ujung-ujungnya membuat mereka bertiga threesome di kamar kosan itu.
Gara-gara Gio di-fuck Rama, atau Rama di-fuck Gio (tergantung voting
pembaca), Gio mulai dilema apakah mendingan dia mengejar Rama saja, atau dia
kembali ke Jacob meski belum jelas Jacob itu gay atau bukan?
Sayang sekali, storyline Gio threesome sama Rama
dan Saga harus kita LUPAKAN ya gays. Wkwkwk. (Mulai menyesalkah tidak memilih
ini?)
Sementara itu, ciri fisik Gio di sini: tinggi 170 cm, agak toned
seperti Jacob, soalnya secara romantis Jacob akan ngajak Gio workout di
kebun atau gym majapahit terdekat, sehingga badan Gio bagus.
(4) Ruang tengah, di kasur lipat
Jacob akan menjadi seorang psikopat dan orientasi cerita ini
seks, tapi thriller.
Mengapa? Setelah Jacob dibuang oleh keluarganya sendiri,
begitu dia datang ke rumah salah satu lelaki yang mungkin ayah kandungnya,
Jacob malah disuruh tidur di ruang tengah dan di atas kasur lipat.
Mengingatkannya pada ruang laundry bibinya. Hal ini membuat Jacob marah,
merasa makin tidak diinginkan.
Storyline akan berfokus pada Jacob menggoda Gio dan
Julian secara seksual. Sebagai psikopat, dia bisa mengobservasi karakteristik
Gio yang kelihatannya gay. Jadi, Jacob menggoda Gio dan berhasil
membuatnya jatuh ke pelukan Jacob. Gio dan Jacob akan berhubungan seks,
sehingga Gio baper bukan main. Namun, bukan hanya Gio, Jacob juga mengamati
Julian sedang butuh hasrat seksualnya dipuaskan. Jacob pelan-pelan mendekati
Julian dan berhasil membuat Julian keenakan. Mulai dari dikocokin, di-sepong-in,
sampai akhirnya di-ewe-in. Posisi Jacob top atau bottom
akan tergantung voting pembaca.
Konfliknya gimana? Setelah berhasil memikat keduanya dalam
nikmat seks bersama Jacob, dia akan melakukan BDSM bersama keduanya secara
langsung (ya, bapak dan anak!), kemudian melakukan sesuatu yang keji terhadap
Julian dan Gio. Pilihan sesuatu kejinya tergantung voting pembaca: bisa
jadi Julian dan Gio dibunuh, atau dilaporkan ke polisi karena mereka gay,
atau diperkosa dan disuruh ngewe satu sama lain.
Sayang sekali, penyuka hal-hal dark dan ilegal kayak
begini harus legowo MELUPAKAN storyline ini. Wkwkwk.
Sementara itu, ciri fisik Gio di sini: gendut, pendek,
jerawatan, kucal, cukup tidak menarik sehingga Gio benar-benar tak berdaya
ketika Jacob yang ganteng menggodanya.
Sekali lagi, bisa dilihat dengan jelas betapa bergesernya
jalan cerita jika pemenang voting-nya berbeda. Maka dari itu, ayo
pertimbangkan baik-baik setiap voting yang muncul. Soalnya, nasib Gio
benar-benar ada di tanganmu, Wahai Pembaca! Silakan pikirkan secara logika
masing-masing, apa yang akan terjadi jika kamu memilih satu pilihan voting.
Salam,
Komentar
Posting Komentar