(BT) Yang Tidak Terpilih Part 2




Apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang?

Hasil voting menunjukkan dua pilihan mendominasi dengan imbang. Setelah di-extend waktu voting, keduanya kejar-kejaran. Aku jadinya enggak bisa nulis kalau belum jelas siapa yang menang. Jadi kuputuskan untuk menggabungkan dua pilihan itu menjadi sebuah cerita baru!

Dengan begitu, yang terlampir di bawah ini adalah plot yang akan muncul jika pilihan-pilihan ini menang. Penjelasannya enggak akan detail, ya. Tapi kira-kira begini ceritanya.

 

(1) Pegangan ke bahu

Dalam perjalanan di motor, ketika Jacob berpegangan ke bahu Gio, tanpa sengaja dia memijat bahu Gio. Pijatan itu enak. Lalu, terjadi obrolan soal pijat. Habis kuliah, Gio kepikiran untuk menghadiahi Jacob dengan massage untuk relaksasi. Apalagi Jacob kan baru tiba dari perjalanan panjang.

Selesai kuliah, Gio menjemput Jacob di suatu tempat, lalu membawanya ke sebuah tempat massage di Kuta. Tempat massage itu menawarkan beberapa pilihan spa package. Namun, karena tidak tahu harus bagaimana, Jacob memilih massage couple saja dengan Gio. Sama-sama di-massage dalam satu ruangan. Biar sekalian ngobrol. Dari adegan tersebut, muncul pilihan voting: apakah ketika massage couple itu mereka harus (1) buka baju full sampai telanjang total dan hanya diselimuti kain, atau (2) pake celana pendek, atau (3) Gio minta batalkan couple-nya saja dan massage masing-masing di ruangan terpisah.

Di part ini, interaksi dengan Rama TIDAK ADA sama sekali.

 

(2) Pegangan ke pinggang

Ketika Jacob memegang pinggang sepanjang dibonceng, Gio sange. Cengkeramannya begitu erat dan menggelitik, sampai-sampai Gio salah jalan karena tidak fokus. Setelah pisah dari Jacob di kampus, Gio bertemu dengan Rama yang menagih buku. Lalu, sambil menunggu kelas berikutnya, enggak tahu kenapa Rama mepet-mepet terus menanyakan soal kuliah. Mereka duduk di taman kampus, mengobrol berdua, sangat intim. Gio yang sedang sange gara-gara pinggang dipegang Jacob, tak sanggup untuk lanjut ngobrol dengan Rama—soalnya Gio jadi makin sange.

Suatu momen, Gio kabur ke kamar mandi untuk coli. Ketampanan Rama hampir membuat dirinya crot. Dengan buru-buru Gio kabur ke toilet, masuk ke salah satu bilik, menutup pintu, buka celana, lalu mengocok. Tapi, Gio lupa mengunci pintu. Rama yang heran karena Gio tiba-tiba kabur, mencoba mengejar Gio sampai ke toilet. Tanpa sengaja Rama masuk ke bilik Gio, dan memergoki Gio coli. (Literally sedang memegang kontolnya.) Pilihan voting: (1) menjelaskan kenapa dia coli, (2) pake celana dan kabur langsung dari toilet, atau (3) dengan sangat nekat ngajak colbar sambil bercanda.

Part mengobrol dengan Rama tersebut akhirnya digunakan di Part 3, tapi dikondisikan menjadi adegan praktikum mekanika pernapasan.

 

(3) Pegangan ke handle di belakang

Karena tidak ada sentuhan, tidak terjadi apa-apa dalam perjalanan. Di kampus pun tidak ada adegan bersama Rama karena pilihan voting ini fokus pada apa yang terjadi di rumah.

Ketika Gio pulang ke rumah sorenya, Jacob sudah ada di rumah juga. Jacob langsung mendatangi Gio dan menunjukkan motor Gio kayaknya perlu perawatan. Ada bagian yang enggak enak waktu dibonceng tadi. Misalnya, shock breaker berasa kaku, atau ban kayak yang gembos dikit, atau ada ckit-ckit rem yang suaranya ganggu. “Mungkin kampasnya habis, Dek?”

Jacob pun menawarkan diri membetulkan bagian-bagian yang perlu diperbaiki itu. Bahkan setelahnya, dengan baik hati Jacob menawarkan mencuci motor Gio sebagai tanda terima kasih karena sudah mengantar Jacob ke Denpasar. Di depan Gio, Jacob melepas kausnya, menyisakan kolor saja di tubuhnya selama mencuci motor. Gio membeku melihat keseksian itu lagi. Pilihan voting: (1) gabung cuci motor bareng Jacob, (2) pura-pura belajar di ruang tamu padahal ngintip ke arah carport, atau (3) masak di dapur sekalian karena enggak mau lihat Jacob telanjang dada.

 

(4) Tukaran saja, Jacob yang nyetir

Karena duduk di depan, Jacob dengan sengaja menurunkan tangan kirinya dan memegang paha Gio sepanjang perjalanan. (Ceritanya untuk megang Gio agar tidak jatuh—padahal tidak perlu.) Adegan CKIT hingga Gio tak sengaja memeluk Jacob juga ada di part ini. Gio baper. Ketika sampe di kampus, Gio biarkan Jacob bawa motornya.

Pulang kuliah, Rama mendatangi Gio untuk menagih buku, dan mereka jadi mengobrol bareng. Dari situ Rama juga mengatakan dia mau nugas di Starbucks dekat kampus. Lalu, Rama ngajak Gio nugas bareng.

Tapi pada saat yang sama Gio melihat Jacob muncul di kampus membawa motor Gio. Jacob bilang dia sudah coba jalan-jalan tapi malah nyasar. Jadi dia balik lagi ke kampus ini, sekalian jemput Gio. Hampir sama dengan yang akhirnya muncul di Part 3, pilihan voting di sini: (1) ikut Rama untuk nugas di kafe, (2) ikut Jacob dan pulang ke rumah saja, (3) ngajak Jacob ke kafe bareng Rama sekalian, atau (4) enggak ikut keduanya (pulang naik TMD saja).

Pilihan voting ini lebih banyak dipakai untuk Part 3, karena makin sini, pilihan voting ini makin menang.

 

Sekali lagi, bisa dilihat dengan jelas betapa bergesernya jalan cerita jika pemenang voting-nya berbeda. Maka dari itu, ayo pertimbangkan baik-baik setiap voting yang muncul. Soalnya, nasib Gio benar-benar ada di tanganmu, Wahai Pembaca! Silakan pikirkan secara logika masing-masing, apa yang akan terjadi jika kamu memilih satu pilihan voting.

 

Salam,

Matheus Axilla.

Komentar