Suatu malam, Leo dihampiri tetangganya, Tino untuk dipinjami proyektor. Sudah cukup lama Leo mencintai lelaki ini, sehingga dia meminjamkan proyektor itu, tetapi dengan syarat dia boleh menonton Tino menggunakan proyektornya. Ternyata, Tino menggunakannya untuk melakukan video call esek-esek dengan seorang perempuan.
Leo menemani Tino melakukan video call itu dan menikmati momen terbahagia seumur hidupnya, yaitu melihat ketelanjangan Tino. Hingga akhirnya Leo menyadari ....
... tunggu. Kayaknya yang di video call itu ....
... bukan perempuan, deh.
Part 14 Bag. A | Part 14 Bag. B
Part 15 Bag. A | Part 15 Bag. B
Part 16 Bag. A | Part 16 Bag. B
Part 17 Bag. A | Part 17 Bag. B
Part 18 Bag. A | Part 18 Bag. B
Part 19 Bag. A | Part 19 Bag. B
Part 20 Bag. A | Part 20 Bag. B

Komentar
Posting Komentar