Apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang?
Hasil voting-nya sangat dominan, bahkan mengalahkan
yang 58%, jadi kita tidak akan melakukan pemilu dua putaran yes. Wkwkwk.
To the point saja, apa yang akan terjadi jika pilihan lain yang menang? Sejujurnya,
not much. Aku cuma mau tahu saja para pembaca leaning toward ke
Jacob yang masih misterius atau ke Rama yang sweet so sweet (yang bucin
ke Saga wkwkwkw).
(1) Naik mobil bareng Rama
Sama seperti yang terbit di Part 4, mereka enggak langsung ke
rumah Gio. Jacob sih pulang dengan motor Gio ke rumah, tapi Rama dan Gio
melipir dulu ke sebuah pantai di daerah Gianyar. Mereka nongkrong di kafe
pinggir pantai untuk mengobrol. Di sini, Rama curhat beberapa hal soal
percintaan. Karena Gio tahunya pacar Rama adalah Indah, Gio mengira Rama
membahas Indah. (Tapi kita yang baca cerita tahu persis ini soal Saga.)
Nama Saga tidak di-mention, nama Indah pun sebenarnya
tidak di-mention. Tapi setiap Gio mengonfirmasi apakah Rama membahas
soal Indah, Rama hanya manggut-manggut saja. Adegan melihat ke lautan lepas
dengan wajah sedih dilakukan oleh Rama. Di sini, Gio menyadari bahwa Rama
hanyalah manusia biasa. Rama juga ternyata punya masalah meskipun kehidupannya
terlihat sempurna.
Relasi antara Gio dan Rama makin dekat. Makin membuat “dinding”
antara Gio dan Jacob.
Soalnya, ketika Gio akhirnya pulang ke rumah, Jacob sudah
menunggunya dengan cemas. Gio merasa bersalah ke Julian karena berangkat bareng
Gio, tetapi pulang sendirian. Mereka berdua agak beradu argumen, yang akhirnya
dilerai oleh Julian, mengatakan bahwa sejauh Gio pulang dengan aman, ya sudah tidak
apa-apa.
Akan ada adegan romantis dan intim di atas kasur, ketika Gio
dan Jacob mau tidur. Jacob minta maaf karena sudah marah, Jacob cuma trauma aja
dikira sebagai anak yang enggak bertanggung jawab dan enggak punya masa depan.
Soalnya Julian benar-benar “nitipin” Gio waktu minta izin main ke Denpasar
paginya. Gio juga minta maaf karena sudah memilih naik mobil Rama, dengan
alasan Gio masih pusing akibat pingsan. Jacob memahami ini. Jacob menjanjikan
Gio untuk menyervis motornya ke bengkel esok hari, sehingga mereka sepakat
untuk Jacob mengantar Gio ke kampus besok.
Pilihan voting muncul keesokan harinya ketika Gio terlambat
bangun, Jacob juga terlambat bangun. Waktu mereka benar-benar mepet sementara
mereka harus mandi. Tiba-tiba Jacob mengajukan usul, “Gimana kalau kita mandi
bareng? Biar barengan selesainya, bisa langsung berangkat?”
Pilihan voting-nya: (1) mandi bareng; (2) Jacob saja yang
mandi, Gio tidak mandi; (3) Gio saja yang mandi, Jacob enggak usah mandi; (4) tidak
ada yang mandi, mereka berdua langsung berangkat.
(3) Naik angkutan umum sendirian
To be honest, sebenarnya ini pilihan paling romantis. Wkwkwk.
Soalnya ketika Gio bingung harus ikut yang mana, Gio berlari keluar dan menaiki
TMD yang kebetulan lewat. Lalu, baik Jacob maupun Rama, mengejarnya. Jacob pake
motor, Rama pake mobil. Mereka berdua membuntuti bus TMD hingga Gio turun di
sebuah tempat di area Sanur.
Setelah berhasil menemukan Gio, akhirnya Gio minta maaf dan
mengaku bingung harus gimana. Dia mengaku kedua pilihan itu masuk akal buat Gio.
Ujung-ujungnya, Jacob menyarankan Gio untuk santuy dulu di pantai sampai
akhirnya dia tahu mau pulang sama siapa. Mereka bertiga duduk-duduk di Pantai
Sanur, menatap ke laut, sambil membicarakan apa yang terjadi kepada Gio. Namun,
Gio masih berkelit ke sana kemari, menghindar dari jawaban yang sebenarnya dia
rasakan di hati.
Di sini, Giolah yang menatap sedih ke lautan lepas. Dan
gara-gara murung tersebut, Jacob dan Rama berebutan untuk membuat Gio nyaman.
Misal, Rama membelikan minuman mahal, Jacob memijat bahu Gio, Rama membelikan
camilan mahal dan menyuapkannya ke Gio, Jacob melakukan sulap yang gagal dengan
tujuan membuat Gio tertawa. Keduanya benar-benar perhatian dan berkompetisi
membuat Gio terhibur.
Gio pun terhibur. Tapi Gio masih belum bisa memilih.
Akhirnya, Gio pulang sama bapaknya. Dia telepon Julian, minta
jemput, dan Julian pun jemput.
Di rumah, Jacob minta maaf kalau bikin Gio enggak nyaman di
depan teman Gio. Mereka melakukan pillow talk sebelum tidur dan di
sinilah terjadi percakapan di mana Jacob yakin Gio kayaknya suka sama Rama.
Tanpa perlu membahas orientasi seksual, Jacob berkata, “Kalau Adek emang suka
dia, it’s okay, Dek. Hidup terlalu pendek untuk nurutin semua kata orang.
Kadang-kadang, hati kitalah yang justru perlu kita dengerin.” Penerimaan ini
membuat Gio merasa sangat nyaman. Masalahnya, setelah Jacob bicara gitu, Gio
malah jatuh hati ke Jacob, bukan ke Rama lagi.
Ending-nya terjadi di kebun. Beberapa hari kemudian, Gio dan
Jacob sedang di kebun Julian, tetapi Julian sedang ke distributor memberikan
hasil panennya. Terjadi insiden ketika Jacob sedang mandi di tukad dekat kebun,
Jacob sengaja membuka celananya agar kontolnya bisa dibersihkan, lalu seekor
ikan mematuk kontolnya hingga berdarah. Jacob langsung meminta tolong Gio
sebagai mahasiswa kedokteran untuk menolongnya.
Pilihan voting: (1) Gio tolong semampunya meski ilmu belum
cukup, ditolong di tempat seadanya; (2) Gio bawa Jacob ke klinik terdekat untuk
ditolong oleh orang yang punya kompetensinya.
Sekali lagi, bisa dilihat dengan jelas betapa bergesernya
jalan cerita jika pemenang voting-nya berbeda. Maka dari itu, ayo
pertimbangkan baik-baik setiap voting yang muncul. Soalnya, nasib Gio
benar-benar ada di tanganmu, Wahai Pembaca! Silakan pikirkan secara logika
masing-masing, apa yang akan terjadi jika kamu memilih satu pilihan voting.
Salam,
Matheus Axilla.
Part 2 | Kembali ke Daftar Karya | Kembali ke Voting yang Tidak Terpilih | Part 4
Komentar
Posting Komentar