Apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang?
Langsung aja, ya!
(1) Keluar dan berikan Jacob
privacy
Pilihan voting ini membuat Jacob merasa
dihormati (respected). Sehingga tema part ini adalah soal respect
dan being protective.
Gio tidak berada dalam satu ruangan bersama
Jacob selama Jacob coli. Jadi, pilihan part ini tidak akan me-reveal
kontol Jacob.
Awalnya, Gio berkata bahwa silakan kalau Jacob
mau coli, Gio enggak akan ganggu. Jadi, Gio pergi ke kamar mandi, pipis,
lalu menunggu di ruang tamu dengan gelisah. Gio sange mendapati Jacob coli
di dalam kamarnya, di atas kasurnya. Maka dari itu, Gio coli sendirian
di ruang tamu.
Namun, Gio crot-nya cepat karena dia
sudah menahan sange sejak lama. Setelah Gio crot, dia masih
menunggu, sampai akhirnya ketiduran. Yang tidak Gio sadari, Jacob keluar dari
kamar setelah dia juga crot, dia menemukan Gio ketiduran di sofa. Jacob
bopong Gio ke atas tempat tidur, diposisikan dengan nyaman, lalu diselimuti.
Gio masih belum tahu ini hingga part berakhir,
tetapi Jacob mengecup kening Gio sebelum dia sendiri tidur di sebelah Gio.
Di kampus, Rama mengajak Gio ngobrol hari Jumat,
tetapi Rama tidak hadir (ini adalah momen Rama bertemu Vina). Gio sedih. Jacob
mencoba menghibur Gio dengan menraktirnya es kelapa muda di pinggir pantai,
meskipun uang Jacob juga pas-pasan.
Tidak ada adegan soal community outreach
di sini. Adanya adalah adegan heart to heart antara Jacob dan Gio di
pinggir pantai, soal Jacob berterima kasih karena Gio menghormatinya sewaktu
Jacob butuh privacy. Jacob berjanji, ke depannya dia akan terus respect
ke Gio.
Part langsung skip ke hari Senin di mana
Rama akhirnya muncul (dalam kondisi babak belur karena adegannya berantem
dengan Saga adalah Minggu sore). Ketika Gio sedang dijemput Jacob, Rama
tiba-tiba muncul dan minta bantuan (sama seperti yang terbit di Part 5.3).
Namun, Jacob mengintervensi sebentar sambil berkata, “Kalau mau ngobrol ama
adek gue, respect waktu dia. Kalau udah janji mau ketemu hari Jumat, ya
ketemu hari Jumat. Kalau enggak bisa ketemu, bilang! Bukan nge-ghosting!”
Gio bersedia membantu Rama, asalkan Jacob boleh
ikut ke mana pun Gio pergi. Rama setuju, mereka pergi ke kafe, duduk berdua,
Jacob ada di Starbucks yang sama, tapi duduk di meja berbeda. Di sini, Rama
curhat (yang tidak bisa di-reveal di sini, dan hanya bisa di-reveal
kalau voting Part 5.3 yang menang adalah “membantu Rama”).
Yang pasti, hasil curhat itu membuat Gio syok,
dan Gio enggak mau pulang dulu. Bahkan, Gio sedang tidak ingin sendirian. Gio
meminta Jacob menemaninya main ke bar pinggir pantai yang suaranya keras, agar
Gio bisa “menenangkan diri”. Jacob terpaksa menurutinya meskipun Jacob sudah
berkali-kali bilang sebaiknya pulang saja. Namun, demi Gio, Jacob menemani Gio
ke sana, sekalian menjaganya.
Di bar, Gio mendapat musibah. Dia diraba-raba
dan dilecehkan seorang bule yang sedang mabuk. Gio tak bisa berkutik dan
orang-orang di sekitar situ cuma ketawa saja melihat Gio terpojok lalu dada dan
pantatnya diremas-remas si bule laki-laki. Jacob yang baru saja dari toilet
langsung menghajar bule itu. Terjadi perkelahian, Jacob menang.
Jacob akhirnya membawa Gio pulang dari titik
itu.
Gio baper bukan main melihat aksi heroik Jacob.
Di rumah, Jacob minta maaf karena agak lama
pergi ke WC. Soalnya, dia ketemu seorang talent scout di WC. Katanya
Jacob bisa menjadi model. Si talent scout ini nyuruh Jacob datang ke
hotelnya untuk casting. Katanya mau direkam dan dikirim ke agensi. Jacob
happy banget karena dia akan dapat duit (bahkan si talent scout
itu ngasih uang 200K waktu Jacob nunjukin perut ratanya ke dia). Jacob sudah
membayangkan dia bisa mandiri secara finansial.
Ketika Jacob menunjukkan foto dirinya selfie
dengan si talent scout, Gio baru menyadari bahwa talent scout itu
adalah pemain bokep lokal Indonesia macam Rifaiju, Fay, Agay, Str8crot, dan
lain-lain tapi pemain bokep ini fiktif buatan penulis, tetapi ceritanya semua
homo di Indonesia hafal siapa dia.
Dilema voting: apakah Gio beri tahu saja
bahwa mungkin casting itu hanyalah kedok untuk merekam Jacob telanjang
sehingga Gio mencegah Jacob menghubungi si talent scout? Ataukah Gio
biarkan Jacob ikut casting, karena siapa tahu itu casting
betulan, dan siapa tahu mendatangkan uang banyak buat Jacob. Apalagi Jacob
sedang butuh banget duit. Selain itu, Gio juga desperate ingin lihat
kontol Jacob. Kalau video rekaman Jacob bocor kan, Gio jadi bisa melihat kontol
itu.
(2) Persilakan, lalu Gio
lanjut tidur
Pilihan voting ini membuat Gio menjadi orang
yang pengecut dan insecure.
Adegan pertama hampir mirip dengan Rama belajar
sambil Saga ngewe dengan Melinda. Gio berada di kasur yang sama, tidur
membelakangi Jacob, tetapi Gio bisa merasakan kasur bergetar karena Jacob coli.
Gio akan dibuat tersiksa oleh hawa nafsunya memfantasikan apa yang terjadi di
belakangnya. Gio mendengar setiap desahan Jacob dengan jelas, erangan
keenakannya, guncangan kasurnya, dan lenguhan Jacob yang jantan.
Namun, Gio menjadi orang yang pengecut. Dia sama
sekali tidak berbalik. Gio diam pura-pura tidur padahal dirinya sangat
bergairah. Pada akhirnya, Gio crot juga. Handsfree. Tepatnya
ketika Jacob crot, Gio juga merasakan kontolnya melelehkan sperma.
Setelah crot, mereka tidur. Dan Gio, di sepanjang part ini, belum
melihat kontol Jacob.
Adegan Rama mengajak ke Starbucks hari Jumat
ada, tetapi Gio menolaknya. Gio enggak sanggup berduaan dengan Rama di
Starbucks. Lalu, ketika Rama tidak muncul hari Jumat ke kampus (again,
karena Rama sengaja bolos untuk ketemu Vina yang sedang liburan), Gio merasa
bersalah. Takutnya, Rama benar-benar butuh ditemani Gio, tapi Gio malah tolak.
Gimana kalau Rama sedang kena mental breakdown?
Adegan community outreach ada, dan Gio
juga ikut penanaman mangrove, tapi karena orangnya sedikit, Gio
memutuskan untuk batal mengikuti program itu. Ini masih imbas dari karakter Gio
yang berkembang menjadi pengecut. Bahkan, ada adegan beradu pendapat antara Gio
dan Jacob di sini. Jacob tahu soal kegiatan itu. Jacob paham bahwa Gio malas
ikut karena orangnya sedikit. Jacob sudah tawarkan untuk temani dan menjadi volunteer,
tapi Gio tetap tolak. Berselisihlah mereka berdua.
Hari Senin, Gio melihat Rama babak belur, tetapi
Gio tidak berani bertanya. Malah teman-teman yang lain yang mengerubungi
sementara Gio menghindar karena merasa bersalah. Jangan-jangan gara-gara Gio
tolak permintaan Rama itu maka Rama jadi dihajar orang.
Part ini menunjukkan Gio stres. Hampir sama
kayak part stresnya Rama waktu dimasukin ke grup Cari Saga (superdrama). Gio
menangis dan mengurung diri. Hal ini terendus oleh Julian sehingga Julian
akhirnya mencoba mendesak Gio agar terbuka. Namun, Gio malah marah dan
menghajar ayahnya. Marah Gio berasal dari fakta bahwa Gio diciptakan gay,
lemah, pengecut, dan lain-lain.
Julian marah. Jacob juga marah. Jacob memutuskan
untuk tidur satu kamar dengan Julian saja. Dia mengungsi, meninggalkan Gio
sendirian. Kata-katanya lumayan menyakitkan.
“Gue enggak mau tidur di sebelah orang yang
nonjok bokapnya sendiri. Orang yang enggak bersyukur bokapnya masih ada. Orang
yang udah diajak ngobrol baik-baik, ditanya masalahnya apa, siapa tahu kita
bisa bantu, eh malah ditonjok! Mulai besok gue ke Denpasar nebeng bapak elo.
Malas boncengan ama orang yang pengecut. Yang munafik. At least ama
bokap elo kalau gue nanya, dia bakal jawab. Malah siapa tahu gue ama dia mah
bisa coli bareng, bukan pura-pura molor.”
Dilema voting: (1) Mengakui kepada Jacob soal
semua perasaannya dengan risiko Julian (bapaknya) akan tahu juga, misal fakta
bahwa Gio seorang gay. (2) Tetap menjadi pengecut dengan malah mencari
kosan dekat kampus agar bisa jauh dari Jacob dan Julian. (3) Terbuka tetapi
diplomatis (diatur apa saja yang diceritakan dan apa saja yang disembunyikan)
sambil diam-diam menyimpan kamera di kamar Julian hanya untuk ngecek apakah
Jacob bakal ngajak Julian coli bareng atau enggak.
(3) Tawarkan bantuan kepada
Jacob
Pilihan voting ini membuat Jacob
seenaknya terhadap Gio.
Untuk adegan coli-nya, Gio menawarkan
ngocokin kontol Jacob dan Jacob mempersilakan. Pertama, Gio kocok saja sambil
berbaring di samping Jacob. Lama-lama, Gio memainkan puting Jacob dengan
mulutnya (seperti di Part 5.1). Makin ke sana, makin turun mulut Gio.
Ujung-ujungnya, Gio menyepong kontol Jacob sampai crot.
Bedanya dengan part 5.1, di sini adegan tersebut
dibahas malam itu juga. Jacob langsung menuduh Gio gay dan Gio tak
berkutik. Akhirnya Gio come out. Gio ceritakan kenapa Gio bisa gay
dan bahwa Rama merupakan gebetannya di kampus. Jacob mendengarkan dengan
saksama sambil menekankan bahwa dirinya straight, tapi dia akan tetap support
Gio apa pun orientasi seksualnya.
Meski kedengarannya indah, sebenarnya ini awal
jahatnya Jacob kepada Gio. Misal, sepanjang minggu itu, motor Gio dikuasai
Jacob. Jacob tidak bisa mengantar Gio ke kampus dengan rajin, tidak bisa pula
menjemputnya setiap hari. Jacob melamar kerjaan ke kafe dan membutuhkan motor
Gio secara mobile. Kalau dia berangkatnya jam 11, sementara Gio jam 9,
Gio akan disuruh berangkat naik umum saja. Sehingga Gio harus ngeteng antara
gojek dan TMD menempuh durasi yang lebih lama lagi dari biasanya.
Pada hari Kamis, ketika Rama mengajak Gio ke Starbucks,
Rama melakukannya di depan Jacob. Kebetulan Jacob sedang bisa jemput, jadi
Jacob ada di sana. Belum juga Gio bilang iya, Jacob langsung menyerobot bahwa
Gio harus diantar pulang. Soalnya Jacob masih butuh motornya setelah mengantar
Gio.
Gio akhirnya menurut saja. Gio menolak tawaran
ke Starbucks bersama Rama.
Adegan community outreach ada juga di
sini, tetapi pada saat bersamaan (hari Minggu), Jacob meminta Gio membantunya
menghafalkan kandungan menu di kafe yang sedang dilamarnya. Ya, di sini terjadi
hari Minggu, bukan hari Senin seperti di Part 5.3. Gio pun menuruti keinginan
Jacob. Sama seperti pilihan dua, Gio kehilangan kesempatan mengumpulkan jumlah community
outreach.
Pada hari Senin, TIDAK ADA adegan Rama babak
belur di depan Gio. Soalnya hari Kamis Gio menolak Rama, jadi Rama tidak merasa
Gio bisa dicurhati. Sehingga, storyline itu tidak beririsan. Urusan Rama
babak belur baru diketahui Gio setelah ending Sekosan.
Puncak dilema di pilihan voting ini ada
pada saat mereka coli bareng lagi. Kebetulan Julian harus dinas mewakili
sekolahnya ke Surabaya, sehingga yang ada di rumah hanya Gio dan Jacob saja.
Jacob sange. Dia sudah tahu Gio gay dan dia bisa memanfaatkan Gio
untuk kepuasan seksualnya. Jacob ngajak Gio ngocok bareng, Gio tentu saja
menerima dengan senang hati, bahkan ketika Jacob meminta Gio nyepong
pun, Gio menyepong-nya dengan gembira.
Namun, lama-lama Jacob jadi terlalu buas. Dia
mengentot mulut Gio hingga Gio tersedak dan hampir muntah. Sepong-an itu
tidak begitu nikmat karena Jacob terlalu memaksa. Ketika Gio minta jeda dulu,
Jacob tak terima. Tubuh Gio dibalikkan, dibuat nungging, lalu Gio diperkosa.
Gio disodomi, dengan modal ludah.
Gio protes, menyarankan Jacob pake pelumas saja,
ada di kamar. Tapi Jacob udah kebelet sange, pengin crot.
Dilema voting: (1) Sodomi batal karena Jacob
enggak mau pake pelumas; atau (2) sodomi lanjut dengan pelumas ludah Jacob,
yang artinya Gio melakukan seks yang sangat tidak safe, yang berpotensi
melukai bool-nya.
Oke, jangan lupa untuk voting Part 5. Seperti
biasa kuingatkan lagi, setiap pilihan voting itu sebenarnya bisa diprediksi
dengan logis. Jadi aku enggak semena-mena bikin storyline dari setiap
voting. Ketika sebuah voting terdengar masuk akal untuk storyline yang baik,
maka storyline yang baik kemungkinan muncul.
Salam,
Komentar
Posting Komentar