Apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang?
Seperti yang Penulis sudah sampaikan, Part 6
merupakan part kunci untuk menentukan ARAH ENDING CERITA. (Bukan ending
cerita, ya.) Apa yang terjadi di sini akan menentukan bagaimana nasib Gio dan
Jacob sebenarnya. Silakan cermati pilihan lain, apakah menurutmu pilihan lain
lebih baik dibandingkan pilihan yang menang voting?
(1) Julian merupakan ayah
Jacob
Kalau kamu berpikir mereka akan bertangis-tangis
haru karena Jacob akhirnya bertemu bapak kandungnya: SALAH. Begitu surat
itu mengatakan Julianlah ayah kandung Jacob, maka Jacob langsung menonjok
Julian.
BUK!
“BANGSAT! KAMU NINGGALIN IBUKU SENDIRIAN, HAH?!”
Gio harus melerai Jacob dari menghajar ayahnya.
Soalnya, Julian tidak memberikan perlawanan. Julian hanya menahan wajahnya
dengan tangan, membiarkan Jacob memukulinya, karena Julian pun syok membaca
surat itu. Jacob menangis karena selama ini ayah kandungnya ada di depannya.
Julian menangis karena selama ini punya anak yang tidak dia besarkan.
Malam itu juga Jacob pergi dari rumah. Entah ke
mana. Gio mencoba mengejarnya, tetapi Gio malah didorong ke sawah. Jacob
berlari, Gio tak berhasil membuntutinya. Part ini akan meng-highlight
perjalanan Gio mencari Jacob keliling Bali. Tiga hari Gio ke sana kemari, bolos
kuliah demi mencari Jacob. Bahkan ada momen di mana Rama dilibatkan untuk
membantu. Sudah pasti Jacob tidak datang ke kafenya, sehingga otomatis dia
dipecat.
Jacob ditemukan tiga hari kemudian, di sebuah
pantai di selatan Bali. Saat itu kondisi Jacob sudah tenang. Ketika Gio
menghampirinya, Jacob berkata, “Maaf.” Gio pun memeluknya dan mengajaknya
pulang.
Di rumah, Jacob bertemu lagi Julian. Ada
pembicaraan heart to heart di antara mereka. Julian meminta maaf dan
berjanji akan melanjutkan perjuangan Sela yang sudah membesarkan Jacob sejauh
ini. Julian memohon pengertiannya bahwa pada saat itu Julian masih SMA, Julian
masih kecil, tidak tahu bagaimana bertanggung jawab. Julian kemudian menunjuk
Gio sambil berkata, “Bapak bukan ayah yang sempurna, tapi Bapak berusaha jadi
ayah yang baik buat Gio. Kalau kamu mau ngasih Bapak kesempatan, Bapak akan
gunakan sebaik-baiknya.”
Jacob butuh waktu untuk menerima itu semua. Dia
bilang dia memaafkan, tetapi dia berkata, “Aku masih belum bisa satu atap sama
kamu, Pak. Aku masih marah. Bolehkah aku dibantu untuk ngekos di Denpasar? Aku
pengin hidup mandiri. Cari kerja lagi. Sambung kuliah lagi.”
Julian, meski keuangan apa adanya, menyanggupi. Semua
temannya, setelah tahu Julian ternyata bapaknya Jacob, langsung lepas tangan.
Tak ada yang membantu. Secara otomatis, karena Julian harus memenuhi permintaan
Jacob, keuangan Julian makin sesak. Dia harus membiayai kosan dan uang saku
Jacob, ketika rumah saja masih ngontrak. Ekonomi Julian makin terhimpit.
Ending part ini akan berpusar di Gio: Apakah Gio
akan ikut ngekos dengan Jacob untuk membantunya memulai hidup baru? Ataukah Gio
tetap tinggal bersama ayahnya, membantu Julian menghadapi krisis finansial baru
di keluarganya?
(2) Satu dari 9 orang lain merupakan
ayah Jacob
Malam itu juga, tokoh yang menjadi ayahnya Jacob
ditelepon lewat video call. Untuk kali pertama, Jacob melihat ayah
kandungnya. Ada beberapa fitur wajahnya yang memang mirip dengan Jacob, yang
baru disadari Julian setelah mereka video call-an langsung. Gio senang
sekaligus sedih saat melihat Jacob bisa mengobrol dengan ayahnya sendiri.
Laki-laki tersebut akhirnya datang ke Bali,
menginap di sebuah hotel selama beberapa hari. Dia membawa istri dan dua
anaknya yang masih kecil-kecil. Keluarga Julian diundang untuk datang. Mereka
makan bersama, saling mengenal, saling menentukan rencana ke depannya mau
gimana.
Terjadi obrolan intim antara Gio dan Jacob bahwa
Jacob mungkin akan ikut ayahnya itu ke Bandung, tempat tinggal si laki-laki
itu. Obrolannya dipenuhi kepura-puraan. Gio pura-pura senyum bahagia padahal
dia sedih. Gio pura-pura excited menceritakan soal Bandung dan
tempat-tempat yang harus Jacob kunjungi di Bandung, padahal Gio berharap Jacob
tidak perlu pergi ke Bandung.
Obrolan itu diakhiri dengan Gio minta waktu
sendiri. Jacob mempersilakannya. Gio berjalan kaki ke pantai, menangis,
merenung, merasa kecewa karena orang yang seharusnya dia sayangi selalu pergi
dari hidupnya. Lalu, karena marah, Gio memutuskan untuk menjadi binal saja. Tak
ada gunanya menjadi gay discreet yang tidak menikmati hidup ini
sebagaimana mestinya. Mau ditahan-tahan dirinya agar tetap “perawan” untuk
orang yang disayang pun, sia-sia. Orangnya pergi.
Akhirnya Gio melakukan apa yang banyak gay
lakukan: meng-install dating apps.
(Sama seperti Rama) Gio pernah menggunakan dating
apps, tetapi tak pernah sampai bertemu karena takut. Gio sudah banyak
membaca cerita soal dating apps, bahkan merasa sudah paham seluk
beluknya, meskipun belum pernah menjalaninya. Tekad Gio adalah move on
dari Jacob secepatnya. Jadi ketika Jacob pergi nanti, pamitan, Gio sudah move
on dari Jacob. Dengan begitu perpisahan mereka tidak akan bersedih-sedih
lagi.
Nah, baru saja dia scrolling di salah
satu dating apps, Gio menemukan ....
... ayah kandung Jacob juga ada di situ.
Literally bertuliskan visitor.
Fotonya foto bapaknya jacob. Bionya Fun Cant Host.
Di tengah rasa keterkejutannya, Gio me-message
akun itu.
Dan akun itu membalas. Dia juga kaget karena
Gio, anaknya Julian, kok bisa ada di aplikasi. Akhirnya mereka ketemu
sembunyi-sembunyi tanpa ada yang tahu.
Ayah kandung Jacob mengaku bahwa dia gay
dari dulu, bahkan dari SMA, tetapi keluarganya konservatif sehingga dia tak
bisa menjadi dirinya sendiri. Meski sudah menikah dan punya dua anak, dia tetap
aktif main sama cowok di belakang istrinya. Salah satu alasan dia ngewe
dengan Sela adalah untuk melihat apakah dia bisa ngewe ama cewek atau
enggak. Jawabannya bisa, tetapi dia sama sekali tidak menikmati. Dia hanya ngewe
satu kali dengan Sela, itu pun karena Sela membantunya.
“Aku udah sering ngewe ama banyak cowok.
Kalau kamu mau ngecek kamu normal atau gay, kamu bisa main sama aku,”
tawar Sela dulu, saat SMA. (Sela melakukan ini, karena menurut ayah kandung
Jacob, Sela menyukainya. Begitu tahu ayah kandung Jacob gay, Sela kecewa, tapi
Sela tetap memberikan satu kali kesempatan itu.)
Tanpa ada yang tahu, justru sperma dialah yang
berhasil menghamili Sela.
Lelaki itu kini mapan, punya pekerjaan tetap,
penghasilan oke, dan keluarga yang normal meskipun di belakang dia masih main
cowok. Kepingin dia adalah punya pacar cowok yang steady, meskipun backstreet,
supaya dia gak perlu gonta ganti cowok. Sewaktu kisah soal Jacob ini diangkat,
sejujurnya dia sange dan pengin main sama Jacob. Dia suka Jacob.
Dan pas tahu Jacob ternyata anak kandungnya, dia
semangat untuk menjemput. Apalagi ternyata anaknya itu ganteng. Sempat ada
hasrat seksual dari lelaki itu saat melihat Jacob. Namun, dia merasa bersalah.
Enggak mungkin dia melecehkan anak sendiri, seganteng apa pun itu. Makanya di
Bali, setelah dia melihat Jacob dan betulan naksir, dia buka aplikasi lagi. Dia
harus mencari laki-laki lain untuk mengalihkan hasratnya ke Jacob.
Dan akhirnya dia bertemu Gio di apps.
Pilihan voting di sini adalah:
Jacob ikut dia ke Bandung. (Yang entah bagaimana
ayah Jacob itu akan mengontrol hasratnya kepada Jacob selama di sana.)
Atau, Jacob stay di Bali, tapi Gio harus
menjadi pacar lelaki itu (a.k.a ayah kandung Jacob). Lelaki itu bersedia bolak-balik
ke Bali demi pacaran sama Gio secara backstreet, dan berjanji akan
setia, asalkan Gio mau jadi pacarnya.
Jadi, bagaimana? Pilihan yang menurutmu
paling-paling mending yang mana? Jacob tetap di Bali, pindah kosan, dan bikin
bapaknya Gio bangkrut? Jacob tetap di Bali, tapi Gio harus pacaran dengan ayah
kandung Jacob? Atau Gio terima usulan bapaknya sendiri soal Jacob dinikahkan
sama seorang perempuan hamil demi status administrasi Jacob menjadi jelas??
Pilihan yang tersedia cuma dua sih sekarang.
Antara Gio come out. Atau Gio biarkan ayahnya mengambil keputusan atas hidup
Jacob. Kamu mau pilih yang mana?
Pilih dengan bijak, ya. Sekali lagi, pilihan ini
menentukan ARAH ENDING KE MANA.
Regards,
Matheus Axilla
Part 5 | Kembali ke Daftar Karya | Kembali ke Voting yang Tidak Terpilih | Part 7
Komentar
Posting Komentar