(BT) Yang Tidak Terpilih Part 5




Apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang?

Kebetulan pilihannya cuma satu, dan penjelasannya juga pendek. Tapi pilihan ini ngasih imbas yang berbeda dari apa yang akhirnya tayang di Wattpad. Jika Gio memutuskan membantu Rama ....

Satu, yang pasti Gio jadi terlibat dalam cerita Sekosan. Gio akan tahu lebih banyak soal Rama dan kehidupannya. Lalu, jika Sekosan punya season 2, Gio akan masuk lebih sering ke cerita tersebut. Dan karena Bocah Titipan masih on-going sementara Sekosan sudah selesai, maka ending dari Bocah Titipan akan terpengaruh oleh voting-voting di Sekosan Season 2 (jika ada).

Sayangnya tidak terpilih, jadi enggak. Gio tidak akan menginterupsi cerita Rama dan Saga.

Dua, Jacob akan gagal diterima di kafe. Karena Gio memilih Rama, maka Gio akan pergi ke Starbucks barengan Rama lalu curhat sampai selesai. Setelah selesai, Jacob akan datang menjemput dan memberi tahu bahwa dirinya gagal diterima. Gio akan merasa bersalah, tapi Jacob meyakinkan Gio bahwa dirinya gapapa. Jacob akan kembali ke kebun Julian saja.

Sweet moment-nya adalah tentang Jacob lebih mikirin soal Gio dibandingkan kerjaannya sendiri. Jacob tetap happy meski interview gagal, soalnya kata Jacob, “Abang masih bisa ngantar Adek tiap hari ke kampus, kan? Kalau udah kerja mah mana mungkin bisa begitu! Hehehe .... Udah, enggak usah sedih. Abang tetep bersyukur, Dek.”

Apakah hubungan Gio dan Jacob menjadi intim dan akrab seperti di Part 6? Ya. Bagian ini sama. Bedanya, di sini bukan coli bareng. Melainkan: ciuman.

Kenapa bisa ke arah sana? Gio akhirnya cerita soal situasi Rama yang sebenarnya. Yang mengungkap perhomoan di antara mereka. Sembari cerita soal Rama, Gio juga cerita soal dirinya yang sudah menyukai Rama sejak lama. Tapi setelah mendengar cerita itu, Gio makin yakin dirinya enggak ada harapan dengan Rama. Soalnya, Rama sukanya Saga.

Di situlah Jacob mencium bibir Gio. Sebentar saja, sambil diakhiri dengan, “Gapapa kalau enggak ada si Rama. Masih ada Abang.”

Tiga, karena pilihan voting ini tentang Rama, maka bagian akhirnya berkaitan lagi dengan Rama. Pada weekend ketika Rama dan Saga masih di Jakarta, Rama tiba-tiba menghubungi Gio untuk main ke Jakarta. Rama begitu lega sudah ngobrol dengan Gio di Bali dan dia bersedia menerbangkan Gio ke Jakarta sekalian liburan, nanti pulang ke Balinya bareng-bareng. Alasan utamanya sharing materi kuliah. Alasan lain, berterima kasih sama Gio karena mau dengar curhatannya.

Namun, Jacob enggak mengizinkan Gio terbang ke Jakarta. Khawatir Gio makin baper sama Rama setelah tahu Rama gay juga, tetapi gay yang tak mungkin Gio dapatkan.

Gio sampaikan ke Rama dia enggak bisa ikut karena enggak diizinkan Jacob.

Lalu Rama mengajak Jacob sekalian ke Jakarta untuk menunjukkan niat Rama baik, tidak mau ngapa-ngapain. (Kan Rama enggak tahu kalau Gio suka Rama.)

Dari usulan itu, Jacob bersedia. Dia ikut ke Jakarta, menemani Gio, mumpung Jacob juga batal bekerja di kafe.

Nah, pilihan voting muncul di sini.

Ketika Gio dan Jacob tiba di Jakarta, masih di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, salah satu dari teman Julian, salah satu laki-laki yang nge-fuck Sela (ibunya Jacob), ada di sana juga dan mengenali Jacob. Lelaki ini menghampiri Jacob dan mengakui bahwa sebenarnya dialah bapak kandung Jacob. Dia tahu persis Jacob anaknya. Misal bukan pun, dia mengaku dia sudah mencintai Jacob sejak dalam kandungan, hanya saja dia waktu itu masih SMA dan belum punya uang untuk membiayai Sela dan Jacob. Buktinya adalah dia aktif kontakan dengan Sela saat masih hidup, termasuk menerima semua foto perkembangan Jacob.

Dia tunjukkan Friendster, Facebook, Twitter, hingga Instagram yang isinya adalah obrolan pribadi dengan Sela, yang berisi banyak foto Jacob sejak kecil. Dia tak berani mengaku di grup bapak-bapak itu karena malu. Takutnya dihajar semua orang kalau tiba-tiba mengaku ayah Jacob setelah 20 tahun lebih merahasiakannya. Pun karena dia masih mengumpulkan uang untuk membiayai hidup Jacob sejak kematian Sela tahun lalu. Sekarang uangnya terkumpul dan dia ingin membahagiakan Jacob dengan hidup yang layak.

Pilihan voting:

Biarkan Jacob hidup dengan layak seperti seharusnya, atau jangan biarkan Jacob pergi meski Julian jelas tak bisa mensejahterakan Jacob seperti halnya lelaki ini.

 

Oke, jangan lupa untuk voting Part 6, ya! Karena ini sudah masuk Part 7, konflik sudah muncul. Sama halnya seperti Rama di Sekosan kemarin, ini adalah part penentu konflik apa yang akan menjadi highlight cerita Sekosan. Apakah Jacob anak Julian, anak dari 10 orang yang tes DNA, atau bukan anak 10 orang ini tetapi nasibnya tetap bergantung pada diskusi antara 10 orang ini (yang berarti kalau ada 1 dari 10 orang ini yang akhirnya siap membiayai hidup Jacob, dan orang tsb bukanlah Julian, maka Jacob harus siap pergi ke rumah orang yang siap itu).

Gunakan voting-mu dengan bijak!

Salam,

Matheus Axilla

 

Part 4 | Kembali ke Daftar Karya | Kembali ke Voting yang Tidak Terpilih | Part 6

Komentar