Apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang?
Akhirnya kita tiba di bagian terakhir seri ini. Huhuhu. Untuk
Part 9, apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang sudah resmi dijual dalam
bentuk PDF, ya. Yang kalah adalah Rama top Saga bottom, Rama bottom
Saga top, dan Rama side mereka enggak anal. Yang muscle bottom
dan muscle top bisa dibeli di Penulis lewat WhatsApp, email, dan
Telegram. Yang side enggak Penulis buat dalam PDF karena kayaknya enggak
akan ada yang beli juga. Orang yang nge-vote cuma tiga orang. Wkwkwk.
Nah, tapi, gimana nih sebenarnya pilihan ending cerita
ini andai di voting Part 8 lalu, pilihan lain yang menang?
Sewaktu Penulis menyusun pilihan voting “kata-kata apa yang
pertama muncul di ruangan” itu, Penulis bukan lagi random. Tiap pilihan
tersebut PUNYA ARTI. Dan tiap pilihan tersebut, literally menyutradarai
ENDING dari Sekosan. Tiap dari mereka akan menyetir ambience
antara Rama dan Saga berikutnya, menentukan apakah isu Saga akhirnya selesai atau
enggak, termasuk lokasi melakukan hubungan seks di Part 10. Soalnya, jangan
khawatir, setiap opsi pasti akan ngewe, kok. Cuma beda lokasi dan beda after
sex-nya ngapain.
Aku enggak tahu apakah ada Pembaca yang menyadari ini atau
enggak, tetapi keempat pilihan itu mewakili satu simbol khusus yang akhirnya
menjadi ENDING dari Sekosan.
I love you: EXPRESSION
Harusnya kita enggak pernah sekosan: SEPARATION
Fuck you: PASSION
The Bluetooth Device is connected successfully: CONNECTION
(1) I love you (EXPRESSION)
Pilihan ini membawa nasib Rama dan Saga pada PENGUNGKAPAN
PERASAAN saja. Mengatakan I love you bukan berarti Rama dan Saga
harus bersatu. Maka dari itu, seperti yang kita semua sudah baca di Part 10
yang tayang, cerita ini berakhir dengan Rama mengungkapkan I love you,
Saga mengungkapkan I hate you, dan sudah. Keduanya adalah perasaan valid
masing-masing. Yang diungkapkan tanpa perlu ada kelanjutan. Ujung-ujungnya,
mereka berdua hanya melanjutkan kehidupan seperti sebelumnya, bedanya
masing-masing tahu bahwa Rama mencintai Saga dan Saga membenci Rama.
(2) Harusnya kita enggak pernah sekosan
(SEPARATION)
Sesuai makna dari kata-kata tersebut, pilihan ini membawa
nasib Rama dan Saga pada PERPISAHAN. So, yes, ini adalah SAD
ENDING dari cerita Sekosan, yang untungnya tidak memenangkan
pemilihan.
Kata-kata ini muncul dari mulut mereka berdua, diucapkan
secara bersamaan. Lalu mereka sepakat bahwa, ya, seharusnya mereka enggak
sekosan. Rama seharusnya enggak tinggal dengan orang yang dia cintai, tetapi
dia memendam sendiri cinta tersebut. Saga seharusnya enggak membebani Rama
dengan masalah-masalahnya, di mana dia juga enggak jujur sepenuhnya atas
masalah-masalah tersebut.
Tidak ada adegan Jakarta di sini. Adegan yang muncul adalah
Rama akhirnya berbicara di grup, menjelaskan bahwa dia sudah menemukan Saga,
lalu Rama menghubungi Hesti dan mengatakan akan membantu mempertemukan Hesti dengan
Saga di Bali. Rama yang membelikan tiket pesawat pulang pergi untuk Hesti dan
Pramudita ke Denpasar.
Rama juga membantu Saga mencari kosan yang lebih dekat ke
kampusnya, yang harganya murah, dengan fasilitas seadanya. Setelah kosan didapat,
mereka pun menjemput Hesti dan Pramudita dari bandara, dan Rama memberikan
mereka kesempatan untuk berbicara, sekaligus merayakan ulang tahun pertama sang
anak.
Usai perayaan ulang tahun itu, Hesti kembali ke Jakarta, Saga
kembali ke kosan Rama untuk membereskan seluruh barangnya. Begitu koper ready
diangkut ke mobil, sudah tidak ada barang Saga tertinggal di kosan Rama,
mendadak Rama mengajukan permintaan terakhir. Rama ingin berhubungan seks.
Saga, yang merasa sudah dibantu banyak, akhirnya menyetujui.
Dan di sini akan muncul opsi muscle top, muscle bottom, vers, dan side.
Yang artinya, lokasi ngewe mereka: di kamar kosan Rama.
Setelah ngewe, setelah keduanya crot, mereka
masih sempat mandi bareng untuk bernostalgia pada momen singkat yang telah mereka
bagi di kosan. Lalu setelah mandi ....
... Saga pergi.
Untuk selamanya.
(3) Fuck you! (PASSION)
Pilihan ini membawa nasib Rama dan Saga pada GAIRAH!
Wkwkwk. Kata FUCK di situ diungkapkan dengan emosi. Dan emosi berada
satu kelompok dengan gairah. Bahkan, fuck dalam bahasa Inggris juga
didefinisikan dengan seks. Ending cerita ini akan membawa mereka ke hubungan FRIENDS
WITH BENEFIT di masa depan.
Hayooo ... yang baca Sekosan karena expecting
Rama dan Saga ngewe terus tiap hari pasti nyesel enggak pilih ini. Soalnya,
misal Sekosan season 2 beneran ada, Rama dan Saga tetap sekosan dan ngewe
terus tiap hari lho. Wkwkwkw.
Yang mengatakan Fuck You di ruangan tersebut adalah
Saga. Dia sedang sangat-sangat-sangat bernafsu kepada Rama. Dan, seperti yang
sudah dijelaskan juga, amarah dan nafsu seksual tuh berada di koridor yang
sama. Mengaktifkan hormon yang sama juga dalam otak kita. Makin marah
seseorang, makin bernafsulah orang tersebut ke lawannya. Nafsu tersebut, selain
kadang nafsu pengin bunuh orangnya, juga nafsu gemas pengin ngewein
orangnya.
This is why jumlah kasus pemerkosaan tuh tinggi.
Karena meski korbannya udah melawan, bahkan korbannya udah memukul atau
menyakiti pelaku untuk membela diri, pelakunya bukan berhenti tapi malah makin
bernafsu untuk merkosa, bukan? Makin korban membuat pelaku kesal, makin
nafsulah si pelaku untuk memerkosa korban. Makin korban berteriak, makin sange
si pelaku. Makin korban menderita, makin puaslah si pelaku.
Itulah yang terjadi kepada Saga. Saking marahnya Saga kepada
Rama, dia bernafsu ingin memerkosa Rama. Gairah seksual itu muncul secara
natural akibat emosi yang meledak dalam diri Saga. Dia yang straight pun
jadi makin ngaceng pengin ngewe Rama.
Alhasil, setelah berantem di kamar kosan sampai babak belur,
mereka pun lanjut ke adegan penuh nafsu dan panas. Yep! Part 9 akan berisi
adegan Saga dan Rama berantem lagi, tapi dalam konteks berahi. Setelah mereka
tonjok-tonjokan, berusaha untuk menghantam satu sama lain agar bonyok, sekarang
mereka malah berusaha untuk menguasai dan mendominasi satu sama lain.
Saga mencoba mencipok Rama, tetapi Rama mendorong Saga hingga
jatuh ke lantai. Rama duduki Saga, Rama coba cipok Saga, tetapi Saga
memberontak dengan mendorong Rama. Lalu, Saga tarik celana Rama hingga
telanjang, Saga rimming Rama dengan paksa. Rama melawan, Rama kunci tubuh Saga,
Rama telanjangi Saga. Saga memberontak, merobek baju Rama, Saga isap puting
Rama. Rama memberontak, Rama dorong Saga ke kasur, Rama remas biji pelir Saga,
Rama isap kontol Saga.
Begitu terus isi PART 9.1. Saling mencoba untuk menguasai
tubuh satu sama lain, mengenakinya, jangan sampai jadi submisifnya. Sampai akhirnya
mereka kelelahan dalam kondisi kepala Rama dikepit paha Saga, kepala Saga diinjak
kaki Rama, bool keduanya sama-sama dicolok, kontol keduanya sama-sama ditarik
seperti akan diputuskan, posisi mereka berdua terkunci, awut-awutan kusut seperti
tali headset yang dimasukin ke kantong celana, dan keduanya tak bisa ke
mana-mana, sehingga mereka pun berhenti.
Mereka tertawa, berguling menjauh, lalu menyepakati bahwa pertarungan
ini berakhir seri.
Kekurangan dari opsi ini adalah mereka menyelesaikan masalah
masing-masing dengan cara yang keji. Cara di mana mereka mengatakan Fuck You ke
semua orang.
Rama, ditemani Saga, datang ke rumah sakit untuk menemui
Indah. Dan kepada Indah, Rama berkata, “Fuck you! Kita putus.”
Rama dan Saga juga menemui Vina untuk berkata, “Fuck you!
Tukang ngadu domba! Jangan hubungi kita lagi! Fuck you!”
Rama dan Saga melakukan video call dengan Hesti dan
Pramudita, di sini Saga berkata, “Fuck you! Gue udah bilang aborsi,
jangan lahirin itu anak karena kita berdua enggak siap, tapi elo bebal! So,
fuck you! Urus sendiri anak elo itu! FUCK YOU!”
Setelah mengatakan fuck you ke semua orang, mereka
berdua sunset-an di pantai. Saga minum bir, Rama menikmati kebersamaan dengan
Saga. Lalu, karena mereka sange, mereka pun sepakat untuk ngewe.
Di pantai.
Jadi, setting ngewe-nya di pantai saat sunset!
Of course ada pilihan Rama top Saga bottom, Rama bottom
Saga top, bla bla bla. Kebetulan pantainya agak sepi di barat Bali. Sunset-nya
bagus dan hampir enggak ada orang yang datang ke sini. Jadi, ngewe
mereka terjadi dengan sangat indah, dengan kulit keemasan karena sinar matahari
yang akan tenggelam di horison laut. Crot terjadi ketika matahari
benar-benar lenyap.
Kelanjutannya, mereka akan tinggal bersama dan hidup
masing-masing. Baik Rama maupun Saga tetap aktif berhubungan seksual satu sama
lain. Aktif ngewe. Bedanya, Rama juga mulai aktif ngewe dengan
lelaki lain. Saga sudah barang tentu ngewe dengan cewek-cewek yang dia
temukan. Dan kadang mereka threesome. Di mana, ketika threesome, bisa
jadi pas Saga ngewe ceweknya, Rama ngewe bool Saga, misalnya
(kalau voting muscle bottom kepilih). Or vice versa.
Oke, kaum sange-an, sudah mulai menyesalkah pilihan ini
tidak menang?
(4) The Bluetooth device is connected
successfully (CONNECTION)
As the name suggest, pilihan ini membawa nasib Rama dan
Saga pada HUBUNGAN. Yang connect bukan cuma Bluetooth aja. Itu
adalah simbol bahwa di ending-nya, Rama dan Saga akan bersatu dalam
sebuah hubungan. The device is CONNECTED SUCCESSFULLY.
Nah, lho. Yang kemaren milih I love you karena mengira
Rama dan Saga bakal jadian, mulai menyesal enggak nih enggak milih ini? Wkwkwk.
Kata-kata bluetooth itu tentunya diucapkan oleh speaker
Saga yang setengah rusak. Mereka yang sedang bersitegang dan intens, akhirnya
tertawa karena suara cewek bluetooth itu muncul. Mereka juga sudah lelah
dan kesakitan berkelahi. Jadi, Saga berguling untuk mengambil napas. Rama pun
merosot untuk menenangkan dirinya.
Terjadi heart to heart antara Rama dan Saga di sini.
Rama mengaku dia mencintai Saga. Saga mengaku dia membenci Rama. Namun, saking
bencinya, kadang nafsu amarah tersebut berubah menjadi berahi, sehingga Saga
kadang-kadang juga ngaceng gara-gara Rama. Hanya Rama saja. Saga tetap straight
yang enggak akan ngaceng depan cowok. Tapi depan Rama, saking “nafsu”-nya,
Saga ngaceng.
Rama bercerita soal perjalanan dia mencintai Saga.
Saga bercerita soal perjalanan dia iri dengki kepada Rama.
Rama bercerita soal fantasinya kepada Saga.
Saga bercerita soal keinginannya untuk bisa seperti Rama.
Obrolan yang intim itu berakhir dengan mereka berciuman lagi,
kali ini lebih lembut dan romantis. Saga tak bisa berbohong lagi, bahwa karena
dia benci banget sama Rama sejak SMA, yang ada dalam kepalanya adalah Rama,
Rama, dan Rama. (Konsepnya kan selalu begitu: makin kita benci orang, makin sering
muncullah orang itu di kepala kita.) Nah, saking seringnya Saga memikirkan
Rama, Saga membuka diri bahwa mungkin dia juga sayang ke Rama. Buktinya, saat
Saga butuh bantuan tumpangan kosan, Saga senekat itu mendatangi Rama—orang yang
dibencinya—lalu numpang nginap di sana.
That’s something yang enggak mungkin dilakukan orang yang
benci. Kalau kita benci orang, jelas kita enggak akan minta bantuan orang itu.
Tanpa Saga sadari, jauh di lubuk hatinya, dia se-care itu sama Rama,
meskipun semua diawali dengan benci.
Lalu, karena masing-masing masih punya isu, mereka menunda
obrolan itu sampai setiap problem yang sedang muncul ini selesai.
Pertama, mereka ke IGD dulu untuk memastikan luka-luka baku
hantam itu enggak ada yang serius.
Kedua, Rama mendatangi Indah dan mengajak putus. Bukan break
seperti yang ada di pilihan I love you. Literally putus. Tapi,
caranya baik-baik. Bukan berkata fuck you semata.
Ketiga, Saga mendatangi Vina dan menyampaikan untuk kali
terakhir bahwa dia selama ini mencintai Vina, tetapi Saga mulai merasa Vina
sudah enggak worthy lagi untuk diperjuangkan. Jadi, Saga mengobrol
dengan Vina untuk closure saja. Supaya tidak ada rasa penasaran lagi,
dan supaya Vina tahu saja.
Keempat, Rama dan Saga muncul bersamaan di grup untuk
memberikan klarifikasi. Saga beri tahu bahwa dia akan menghubungi Hesti secara
pribadi, dan tolong untuk tidak menyebarkan informasi hoax lagi soal
Rama. Di grup, Rama malah berkata, “I actually don’t care, Ga. Kalau
teman-teman di sini mau nganggap gue gay, terserah. It will not
change the fact that I am what I am, I achieved what I’ve achieved, and how
good I am as a person. Kata-kata kalian di sini cuma noise. Half of
you can’t even understand what I’m saying just because it’s in English. This is
why, gay or not, I’m still way ahead of you.”
Kelima, Rama dan Saga ke Jakarta. Tapi, enggak terburu-buru
kayak di I love you. Mereka berangkat weekend berikutnya, ketika
wajah memar mereka udah mendingan. Hanya two day trip. Berangkat Sabtu,
pulang Minggu. Jadi, Rama enggak skip kuliah.
Hari Sabtu, nyampe Jakarta, mereka ketemu Hesti dan Pramudita.
Di sini Saga lebih accepting. Saga mau membuka diri. Mereka merayakan
ulang tahun Pramudita dengan lancar, meski Saga bingung harus melakukan apa ke
anak itu. Tapi seenggaknya, karena part ini soal CONNECTION, Saga mulai
membangun koneksi dengan anaknya sendiri. Saga tidak bisa menjanjikan apa-apa
kecuali ketika sudah sukses nanti, Saga akan kembali ke Pramudita untuk
membantunya. Hesti pun mengaku bahwa dia juga tidak menuntut apa-apa, dia hanya
ingin Pramudita ketemu ayahnya di ulang tahun pertama. That’s it. Ke
depannya, sesuai janji Hesti, dia akan membesarkan Pramudita sendiri.
Hari Minggu, sebelum ke bandara, Rama dan Saga mampir ke SMA
mereka untuk bernostalgia. Satpam sekolah mengizinkan mereka berkeliling untuk
mengenang masa SMA. Lalu, mereka masuk ke kelas mereka. Kelasnya kosong, tentu,
karena ini hari Minggu. Mereka mengenang apa saja yang mereka pikirkan ke satu
sama lain ketika keduanya masih belajar di sini.
Dan, karena obrolan itu begitu intim, tiba-tiba mereka
berciuman dengan hangat. Lalu, mereka memutuskan berhubungan seks.
Di ruang kelas SMA mereka dulu.
Very romantic.
(Again, seperti biasa, pilihan Rama top Saga bottom
bla bla bla muncul juga di sini.)
Setelah mengentot di atas mejanya Saga saat sekolah dulu, tergantung
siapa yang jadi top, mereka pun memutuskan untuk pacaran. Top-nya
akan menembak untuk pacaran, bottom-nya akan mengiakan. Kalau yang
menang adalah vers ataupun side, maka tembakannya dikatakan
berbarengan.
Dan akhirnya, mereka pun BERPACARAN.
Bagi yang menyukai ending ini tetapi tidak memilih ending
ini kemarin, waktu dan tempat untuk menyesal dipersilakan.
Wkwkwk.
Oke, terima kasih banyak udah ngikutin cerita Sekosan, ya.
Makasih banyak juga pilihan-pilihan voting yang enggak kepilih ini
dibaca di blog. Partisipasi kamu di cerita ini means a lot to me! Jangan
lupa bahwa versi MUSCLE BOTTOM dan MUSCLE TOP aku jual buat yang
mau baca adegan seks versi lain.
Harganya masing-masing 30K, tapi kalau beli dua sekaligus
harganya 50K. Kalau beli keduanya, nanti versi Flip Flop (yang menang), akan
menjadi bonus. Tapi untuk sementara, pada 11-18 April ini, Penulis baru akan
mengirimkan part 10-nya aja ke pembeli. Begitu full PDF-nya selesai dan terbit,
Pembeli bisa mengklaim versi full yang dibeli.
Pembelian hanya dilakukan melalui WhatsApp, email, dan
Telegram. Soalnya lynkid-ku sedang diverifikasi.
Terima kasih banyak semuanya! See you in the next story!
Regards,
Matheus Axilla
Part 7 | Kembali ke Daftar Karya | Kembali ke Voting yang Tidak Terpilih
Komentar
Posting Komentar