(SKS) Yang Tidak Terpilih Part 5




Apa yang terjadi jika pilihan lain yang menang?

Penjelasan untuk part ini enggak akan begitu panjang. Secara teknis, aku sudah menyusun Part 6 ke dalam 3 bagian saja, yaitu: (1) relasi antara Indah dan Saga yang berimbas ke Rama, (2) adegan sensual antara Rama dan Saga, dan (3) konflik menjelang ending yang muncul. Setiap pilihan akan memiliki semua ini. Yang membedakan adalah arahnya ke mana.

Pilihan di Part 5 ini—karena sudah di pertengahan jalan—akan menentukan konflik dan ending ke depannya.

 

(1) Kenalkan Saga ke Indah apa adanya

Karena dikenalkan apa adanya, tidak ada konflik antara Indah dan Saga. Namun, sama seperti Part 6 yang terbit, Indah terpesona pada Saga, tetapi dia enggak akan terang-terangan menunjukkan rasa sukanya ke Saga di depan Rama. Nantinya, di part-part berikutnya, Indah ketahuan naksir Saga, dan Rama pun memutuskan hubungan pacaran mereka. Penyelesaian hubungan mereka tidak ada drama karena yang salah adalah Indah, sehingga Rama bisa move on mengejar Saga.

Di pilihan voting ini, karena semuanya baik-baik saja, Indah mengundang Saga untuk gabung brunch sama Rama di Over the Moon Sanur. Saga yang kebetulan belum ada acara apa-apa (dan juga bokek), menerima undangan itu. Sepanjang mereka bertiga makan, Rama dan Saga duduk sebelahan, sementara Indah di seberang meja. Saga lumayan jail dan nakal di sini. Di bawah meja, tangan Saga merayap di paha Rama, lalu memainkan kontol Rama sampai Rama crot di balik celana.

Rama panik dan malu, sehingga Rama izin ke toilet. Kebetulan, Saga juga ngikut mau ke toilet. Di toilet, sewaktu Rama masuk ke salah satu bilik, Saga ikutan masuk. Di bilik itu Saga ngeluarin kontolnya dan nyuruh Rama nyepong. Rama sepong sampai Saga crot di dalam mulut Rama.

Di pilihan voting ini, Rama dan Saga akan membahas dengan terbuka soal kenakalan yang mereka lakukan. Tidak seperti di Part 6 yang sudah terbit di mana Rama dan Saga sama-sama bisu, pura-pura menganggap mainin kontol Saga di motor tuh tidak terjadi.

Konflik ending-nya, ketika Rama dan Saga meninggalkan toilet untuk kembali ke meja, enggak sengaja mereka ketemu Vina yang juga sedang brunch di situ. Pertanyaan voting-nya: haruskah Rama menjelaskan apa adanya soal Saga ke Vina, atau dia tutup-tutupi kisah tentang Saga (dalam kondisi Saganya ada di situ juga di depan Vina).

Menurut penulis, ini adalah pilihan voting yang OKAY.

 

(2) Kenalkan Saga, tapi tidak jujur sepenuhnya

Karena tidak jujur, Rama berantem dengan Indah. Soalnya setelah Rama dan Indah ke Over the Moon Sanur, Indah mengaku dia tahu siapa itu Saga, bahkan dia pergi ke pertandingan basket karena mau ketemu Saga. Pilihan voting ini langsung menguak rasa naksir Indah ke Saga selama ini. Indah pernah melihat Saga di kosan ini (waktu Saga belum pindah ke kamar Rama), maka dari itu dulu Indah rajin main ke sini. Itulah mengapa Indah senewen saat Rama sibuk, enggak bisa diajak main ke kosan Rama. Soalnya, Indah kehilangan kesempatan ngecengin Saga di kamar seberang.

Hubungan Rama dan Indah berakhir saat itu juga. Karena marah, Rama langsung mengakui dengan gamblang bahwa dirinya gay, dia tidak mencintai Indah, dan bahwa Saga adalah cinta sejatinya, bahkan pagi tadi mereka sedang ngocok bareng. Rama tak peduli pada image lelaki straight-nya di situ. Rama tinggalkan Indah dan kembali ke kosan.

Di kosan, ada Saga, masih santai-santai. Rama kelihatan bete. Saga tanya kenapa, Rama jujur bahwa dia baru putus dari Indah. Untuk menghibur hatinya, Saga tiba-tiba nyuruh Rama untuk relaks, kemudian bilang bahwa Saga jago bikin cewek-cewek mencair lagi dari rasa bete. Tapi Saga harus membelai dan menciumi tubuh Rama. Saga tawarin, mau enggak dibikin nyaman?

Tentu aja Rama mengiakan. Artinya, di pilihan voting ini, Rama akan ditelanjangi, tubuhnya dikecupi, dicumbui, dibelai, dibikin enak oleh Saga, hingga akhirnya Rama crot. Tapi karena Rama merasa enggak enak, dia balas mengenaki Saga dengan cara yang sama (menjilat, membelai, mencumbu tubuh Saga) hingga Saga juga crot.

Konflik ending-nya, Saga mempertanyakan, kok Rama ngebet banget sama Saga akhir-akhir ini, padahal Rama bisa aja nyari cewek di Bali kayak yang Saga lakukan. Rama mendapati dilema apakah dia perlu mengakui dirinya gay atau tidak ke Saga.

Menurut penulis, ini adalah pilihan voting yang GOOD.

 

(3) Sembunyikan Saga, bawa Indah pergi

Di pilihan voting ini, Indah dan Saga tidak ada koneksi sama sekali—pada awalnya. Rama berhasil membawa kabur Indah sesegera mungkin sambil menyembunyikan Saga di kamar mandi. Namun, saat Rama membawa Indah ke mobil, Saga sempat mengintip bagaimana rupa Indah. Dan ternyata, Saga suka.

Sepulang dari kencan sepanjang hari Sabtu bersama Indah, Rama pulang ke kosan dan menemukan Saga belum pergi. Entah bagaimana, Saga memancing-mancing obrolan soal Indah. Sampai ujung-ujungnya Saga menunjukkan ketertarikan. Saga nawarin, kalau threesome sama Indah bagaimana? Rama menolak pada awalnya. Soalnya Rama masih syok topik threesome itu bisa muncul.

Malam hari, ketika tidur, tangan Saga merayap di tubuh Rama, membuat Rama sange. Kejadian ngocok pagi tadi tuh berulang lagi, kali ini dilanjutkan sampai selesai dua-duanya crot. Setelah crot, Saga masih tetep mencoba merayu Rama. Dia bilang, kalau Rama pengin dienakin lagi sama Saga, Rama harus bawa Indah buat ngewe bertiga ama dia. Ke sananya, kapan pun Rama pengin dienakin, Saga siap sedia tanpa ba-bi-bu. Rama enggak janji, tapi Rama akan usahakan.

(Ke sananya, Rama betulan nanya ke Indah soal ini, tapi Indah marah karena merasa dilecehkan sebagai perempuan, hanya sebagai objek seks semata, sehingga Rama pun diputusin oleh Indah. Bahkan, Rama di-blacklist, dijelek-jelekkan, dan di-doxing oleh Indah di medsosnya, mengatakan Rama penjahat kelamin. Image Rama memburuk.)

Tapi, konflik ending part-nya belum ke arah sana, karena itu mah di part-part berikutnya. Di sini, karena Rama dan Saga menikmati hubungan sensual mereka berdua, mereka mengobrol sampai ke tahap, “Kalau elo mesti ngewe sesama jenis, elo bakal jadi orang yang dimasukin, atau masukin, Ram? Anggap aja gue lawan main elo. Elo pengin masuk ke gue, atau gue yang masuk ke elo?”

Rama harus menjawab itu. Jadi, Rama di pilihan voting ini akan menentukan nasib apakah cerita ini MUSCLE TOP atau MUSCLE BOTTOM. Apakah Rama sebagai top, atau sebagai bottom.

Menurut penulis, ini adalah pilihan voting yang BAD.

 

Apa yang penulis pikirkan soal pilihan voting yang menang yang sekarang menjadi Part 6? Menurut penulis, pura-pura tidak kosan adalah pilihan voting yang RISKY. Berisiko. Terbukti konflik ending-nya langsung membawa-bawa image Rama yang selama ini dibangun rapi di depan teman-temannya.

Maka dari itu, sekali lagi diingatkan, pilihan voting dapat menggeser alur cerita. Silakan pikirkan pilihan voting dengan baik, ikuti logika berpikirmu, kira-kira kalau begini bakal mengarah ke mana, lalu berdoalah pembaca lain memiliki pendapat yang sama. Soalnya, nasib Rama terhadap Saga benar-benar ada di tanganmu, Wahai Pembaca!

 

Salam,

Matheus Axilla.


Part 4 | Kembali ke Daftar Karya | Kembali ke Voting yang Tidak Terpilih | Part 6

Komentar